TawafSai

Doa Tawaf, Sa'i, dan Tahalul Umrah: Arab, Latin, dan Artinya

4 Oktober 2026 · Tim TawafSai

Ibadah umrah adalah momen emas perjumpaan ruhani antara seorang hamba dengan Sang Pencipta di Tanah Suci. Setiap jengkal langkah di pelataran Ka'bah dan bukit Safa-Marwah merupakan tempat yang mustajab untuk melangitkan doa dan permohonan ampunan. Banyak jamaah pemula merasa terbebani karena mengira ada lafaz doa panjang bertingkat yang wajib dihafalkan per putaran. Faktanya, syariat Islam memberikan kelonggaran yang luar biasa: doa dalam tawaf dan sa'i tidak dibatasi oleh teks yang kaku, melainkan boleh diisi dengan zikir, ayat Al-Qur'an, maupun doa pribadi dalam bahasa ibu.

Namun demikian, menghafal dan membaca doa-doa ma'tsur (yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat) akan melipatgandakan kekhusyukan dan menuntun hati tetap terhubung kepada Allah Ta'ala. Panduan ini menyajikan teks Arab, transliterasi Latin, dan arti doa-doa pokok saat tawaf, sa'i, minum zamzam, hingga tahalul.

Doa Sebelum Memulai Tawaf dan Menghadap Hajar Aswad

Ketika Anda berdiri sejajar dengan garis batu Hajar Aswad di awal setiap putaran tawaf Ka'bah, hadapkan tangan kanan ke arah Hajar Aswad seraya mengucapkan takbir dan basmalah:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُBismillahi wallahu akbar.
Artinya: "Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar."

Anda juga dapat menyempurnakannya dengan doa yang sering dibaca oleh para ulama salaf ketika memulai putaran:

اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ، وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَAllahumma imanan bika, wa tashdiqan bikitabika, wa wafa'an bi'ahdika, wattiba'an lisunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, aku thawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, Muhammad ﷺ."

Zikir dan Doa Sepanjang Putaran Tawaf

Selama melangkah dari sudut Hajar Aswad menuju sudut Rukun Yamani, tidak ada lafaz khusus yang diwajibkan untuk putaran satu sampai tujuh. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tawaf di sekeliling Ka'bah adalah salat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca zikir-zikir utama:

  • Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir:
    Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim.
    Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
  • Istighfar Memohon Ampunan Dosa:
    Astaghfirullahal 'azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih.
    Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada sesembahan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
  • Salawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ:
    Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.

Doa Sapu Jagat Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Ini adalah satu-satunya doa yang memiliki anjuran hadis sahih paling kuat untuk dibaca pada setiap putaran ketika berada di antara dua rukun mulia:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِRabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Doa Salat Sunnah Tawaf dan Minum Air Zamzam

Setelah tuntas 7 putaran dan melaksanakan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, minumlah air zamzam sampai kenyang. Sebelum meminumnya, panjatkan doa yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍAllahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan wasi'an, wa syifa'an min kulli da'in.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas nan berkah, serta kesembuhan dari segala macam penyakit."

Doa Lengkap Saat Sa'i di Safa dan Marwah

Ketika Anda melangkah keluar dari mataf menuju bukit Safa untuk memulai ibadah sa'i, bacalah firman Allah:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَاInnas-shafa wal-marwata min sya'a'irillah, faman hajjal-baita awi'tamara fala junaha 'alaihi ay-yathawwafa bihima.
Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i di antara keduanya." (QS. Al-Baqarah: 158).

Kemudian sambunglah dengan ucapan: "Nabda'u bima bada'allahu bih" (Kami memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya).

Zikir di Atas Bukit Safa dan Marwah

Setiap kali Anda menaiki bukit Safa maupun bukit Marwah, berhentilah sejenak menghadap Ka'bah, angkat kedua tangan, dan baca zikir ini sebanyak tiga kali:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُAllahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd. La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumitu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. La ilaha illallahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal-ahzaba wahdah.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah. Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh sendirian."

Di antara bacaan zikir tersebut, berdoalah dengan doa pribadi apa saja untuk kebaikan orang tua, keluarga, pasangan, keturunan, dan ampunan dosa.

Doa di Antara Pilar Lampu Hijau

Ketika melewati zona lampu neon hijau di mana jamaah laki-laki dianjurkan berlari-lari kecil, bacalah doa yang sering dipanjatkan oleh sahabat Ibnu Umar dan Abdullah bin Mas'ud:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمْ، وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُRabbighfir warham, wa'fu 'amma ta'lam, wa antal-a'azzul-akram.
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah, sayangilah, dan maafkanlah segala kesalahan yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah."

Doa Saat Bertahalul (Memotong Rambut)

Sebagai penutup rangkaian ibadah setelah menuntaskan putaran ketujuh sa'i di Marwah, jamaah mencukur atau memendekkan rambutnya seraya membaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرَةٍ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِيAllahumma ij'al likulli sya'ratin nuran yaumal-qiyamah, waghfir li dzunubi.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah untuk setiap helai rambut ini cahaya pada hari kiamat, dan ampunilah segala dosa-dosaku."

Tips Menjaga Kekhusyukan Berdoa

  1. Jangan Membaca Buku Doa Terlalu Rendah: Menunduk membaca buku tebal di tengah kepadatan mataf sering membuat jamaah menabrak orang lain atau pusing. Pilihlah beberapa doa pendek yang Anda pahami artinya, lalu panjatkan dengan segenap penghayatan jiwa.
  2. Berdoa dengan Bahasa Indonesia: Jangan merasa rendah diri jika belum fasih berbahasa Arab. Allah Maha Mengetahui setiap bisikan hati dan bahasa para hamba-Nya. Ungkapkan permohonan tulus Anda dengan bahasa yang paling menyentuh kalbu.
  3. Pahami Rukun dan Kewajiban: Doa adalah penyempurna keindahan ibadah, namun pastikan rukun dan syarat sah umrah telah terpenuhi dengan benar. Pelajari juga niat umrah dan titik miqat sebelum memulai perjalanan agung ini.